Sedang rumah mu yang lain, di mana aku pernah tidur, bercerita, bermain, duduk memandangmu, menangis, menulis puisi utau sekedar catatan untuk mu, sudah kau tutup pintu dan jendela nya.
Untuk itu, aku sudah menepi dari kebiasaan itu. Semoga kau tidak merasa kehilangan, seperti di film film.
Apa? Kau tanya rumah yang mana? Hati mu sayang. 😊
Ah rindu nya memanggil sayang. Sampai sampai sekarang semua orang kadang ku panggil sayang.
*Puisi ini dibuat untuk menerima tantangan menunaikan ibadah puisi #akikberpuisi 09 September 2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar