Minggu, 13 Oktober 2024

PERNAH

Apa yang bisa dilakukan oleh si hari Minggu selain tertawa di bawah langit yang teduh ia bersumpah akan banyak hati bersimpuh memuji dan mengharapnya

Apa yang bisa dilakukan oleh ingatan selain memutar-mutar film lawas kehidupan si pemiliknya 

Apa yang bisa dilakukan oleh ranting pohon selain mengayun-ayun diri menikmati perlakuan angin yang berhembus 

Apa yang bisa dilakukan oleh aku yang masih, terhadap kamu yang pernah, hidup. 

Selain mengenangmu sebagai orang lain yang mengenalkan apa arti rasa dalam jiwa. 
Orang lain yang menghantarkan gelombang hangat ke dalam hati saat pandangan bertemu.

Betapa kita pernah, dan kamu bertanah.

*Tulisan ini dibuat untuk tantangan ibadah puisi tentang PERNAH #bukuakik 12 Oktober 2024

Senin, 07 Oktober 2024

MENEPI

Hari ini seperti biasa aku merindukan mu, upayaku menyembuhkan nya adalah dengan mengunjungi salah satu rumah mu. 
Sedang rumah mu yang lain, di mana aku pernah tidur, bercerita, bermain, duduk memandangmu, menangis, menulis puisi utau sekedar catatan untuk mu,  sudah kau tutup pintu dan jendela nya. 

Untuk itu, aku sudah menepi dari kebiasaan itu. Semoga kau tidak merasa kehilangan, seperti di film film. 
Apa? Kau tanya rumah yang mana? Hati mu sayang. 😊
Ah rindu nya memanggil sayang. Sampai sampai sekarang semua orang kadang ku panggil sayang.

*Puisi ini dibuat untuk menerima tantangan menunaikan ibadah puisi #akikberpuisi 09 September 2024
 

BALIK

Detik berdetak, Menit berminus
Jarum jam terus berputar seperti tak pernah berkesah.

Tapi wajah sejarah di dada dan kepalaku sama lelah nya. 
Bagai sehabis kerja mengelola sejuta harapan dan kenyataan, mencatat bertumpuk cita cita dan realita.

Siang hari, aku tengadah pada langit yang biru, secerah musim panas sambil bertanya tanya.
Malam hari, aku juga terkesima pada langit yang hitam, manis dengan bulan dan bintang nya juga sambil bertanya tanya.

Waktu memang sangat tidak bisa balik kembali, tapi momen momen indah, baik dan bahagia, bukan kah kita bisa saja mengulangnya?? 

*Puisi ini dibuat untuk menerima tantangan menunaikan ibadah puisi #akikberpuisi 14 September 2025

CEMAS

Seperti alarm beberapa kali engkau memberitahu perihal usiamu yang senja. 
Hatimu cemas tentang aku yang terus tersenyum meski sendirian. 

Kau ingin aku menjadi sesuatu yang tinggal di dalam rumah bernama sakinah mawaddah warohmah.

Alih-alih begitu aku masih berada dalam mimpi buruk yang sekuat-kuatnya ingin membuka mata lalu melihat bahwa dunia sesungguhnya begitu terang.

Sepertimu, aku pun dalam kecemasan tertimpa banyaknya harap dan tanya tentang apa iya dingin itu api, panas itu es, bahagia itu luka, senyum itu marah dan terakhir apakah selamanya penerimaan itu surga??

Ah ya.. aku pikir tidak ada yang lebih hebat daripada cinta di antara kita yang saling mencemaskan. 

*Puisi ini dibuat untuk menerima tantangan menunaikan ibadah puisi #akikberpuisi 05 Oktober 2024

PERNAH

Apa yang bisa dilakukan oleh si hari Minggu selain tertawa di bawah langit yang teduh ia bersumpah akan banyak hati bersimpuh memuji dan men...