Senin, 07 Oktober 2024

CEMAS

Seperti alarm beberapa kali engkau memberitahu perihal usiamu yang senja. 
Hatimu cemas tentang aku yang terus tersenyum meski sendirian. 

Kau ingin aku menjadi sesuatu yang tinggal di dalam rumah bernama sakinah mawaddah warohmah.

Alih-alih begitu aku masih berada dalam mimpi buruk yang sekuat-kuatnya ingin membuka mata lalu melihat bahwa dunia sesungguhnya begitu terang.

Sepertimu, aku pun dalam kecemasan tertimpa banyaknya harap dan tanya tentang apa iya dingin itu api, panas itu es, bahagia itu luka, senyum itu marah dan terakhir apakah selamanya penerimaan itu surga??

Ah ya.. aku pikir tidak ada yang lebih hebat daripada cinta di antara kita yang saling mencemaskan. 

*Puisi ini dibuat untuk menerima tantangan menunaikan ibadah puisi #akikberpuisi 05 Oktober 2024

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERNAH

Apa yang bisa dilakukan oleh si hari Minggu selain tertawa di bawah langit yang teduh ia bersumpah akan banyak hati bersimpuh memuji dan men...