Selasa, 19 Oktober 2021

Terbangun

Kalau aku terbangun
Dan ku lihat tanda kehadiran mu
Suka ku bayangkan dua orang bocah
Bahagia tanpa beban berlarian di bawah guyur hujan
Kesana kemari tanpa takut apa apa dan siapa siapa

Kalau aku terbangun
Di menit yang sama ku lihat kepergian mu
Suram ku bayangkan hujan lebat
Angin kencang, petir berkilatan, Guntur bergelegar 
Membunuh nyali apa apa dan siapa siapa

-Linbud-
19/10/21 01.00 a.m

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dulu, lahir mu adalah dunianya, Sekarang?

Dulu, ketika kau lahir, dunia ibu mengecil menjadi satu nama: namamu. Seolah-olah semesta tak lagi memiliki matahari selain matamu, tak ada ...