Senin, 16 Mei 2016

Kepala yang jalan raya



Hari hari luang namun tidak dengan kepala kita. Mereka seperti jalan hitam ibu ku menyebutkan jalan raya, yang riuh tapi tidak ada kemacetan. Terus laju dan berganti segala kendaraan yang kita sebut niat. Kita jangan begitu bukan? Kita butuh apa? Paku, granat, ranjau, polisi biar bisa berhenti biar sepi. Biar niat niat bisa direalisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dulu, lahir mu adalah dunianya, Sekarang?

Dulu, ketika kau lahir, dunia ibu mengecil menjadi satu nama: namamu. Seolah-olah semesta tak lagi memiliki matahari selain matamu, tak ada ...