Untuk bicara dan memutuskan, membuatnya memilih
Tak lagi berada di tempat tidak penuh kenangan. Seperti biasa
Aku bukan tak bisa apa apa
Kau saja paling tahu alasan alasanku
Rintih dan luka ku. Kubayakngkan jutaan nafas
Sesaknya kesedihan menjadi angin badai. Menerjang
Kebodohan dan segala kepalsuan
Bersama kebencian menjelma racun
Tapi engkau si penawar, menjadikanku
Kembali bersuka cita, bahagia dan melupakan duka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar