Selasa, 18 Agustus 2015

Lapar

Mengais ngais jati diri di lubang waktu. Yang kutemui hanyalah keplinplanan dan orang lain. Bagaimana aku yang papa ini dapat bertahan menunggu merah senja atau bahkan sampai purnama. Hari ini tak kutemui sebungkus, tidak sesuap. Aku lapar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dulu, lahir mu adalah dunianya, Sekarang?

Dulu, ketika kau lahir, dunia ibu mengecil menjadi satu nama: namamu. Seolah-olah semesta tak lagi memiliki matahari selain matamu, tak ada ...