Minggu, 30 Agustus 2015

Aku kupu



Engkau seperti daun daun kuning belimbing yang rontok di diterpa angin jatuh pasrah dilatar fikiran ku.
Akupun risau kalau kalau panas dan gadis membawa sapu lidi mengajak mu pergi, jauh ke negeri daun daun kembang kembang dan segala hal berbaur.
Pada akhirnya aku lengang dari warnamu. Hujan pun datang, aku  bahagia dihiburnya. Tapi aku kesal mengapa setiap yang datang itu selalu sesudah ada yang pergi. Tertanda kupumu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERNAH

Apa yang bisa dilakukan oleh si hari Minggu selain tertawa di bawah langit yang teduh ia bersumpah akan banyak hati bersimpuh memuji dan men...