Rabu, 07 Oktober 2015

Rumah hati



Akan selalu ada yang menjadi pelabuhan, tempat tuan nahkoda datang lalu ia harus berangkat lagi.
Juga ada yang akan menjadi rumah, tempat tuan itu menaruh segala baik dan buruknya, tempat paling sesukanya ia bercerita penat dan semangatnya, tempat perasaan dan fikirannya ada yang menemani. Kau tau tuan, bukan darimana cinta berangkat tapi kemana cinta pulang. Jika rumah adalah tempat mu pulang maka ingat selalu alamatnya. Tertanda Lubuk hatimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dulu, lahir mu adalah dunianya, Sekarang?

Dulu, ketika kau lahir, dunia ibu mengecil menjadi satu nama: namamu. Seolah-olah semesta tak lagi memiliki matahari selain matamu, tak ada ...