Pernah ada lelaki tangguh yang dihadapanyan nya saja aku begitu sangat ingin menumpahkan seluruh isi air mataku karena menyayanginya namun tak pernah aku memberi bukti bahwa aku menyayanginya. Tapi sungguh aku menyayanginya. Aku lega setelah sadar wajahku ada di pangkuannya dalam tangkupan dua tangannya yang basah air mata. Hati ku seperti kosong dari tonase beban. Dia ayahku. Tanyakan padanya ia akan terpingkal mengingat merah berair muka ku saat itu.
Dan kau. Temanku. Aku sangat ingin menangis seperti itu sekarang di hadapan mu. Aku sadar amat menyedihkan menyayangi tanpa bisa melalukan hal hal yang semestinya untuk yang disayang. Tapi aku benar benar menyayangimu. menyayangimu. mencintaimu. sehat selalu dan bahagialah. Dari temanmu LBa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar