Jumat, 20 Juni 2014

Takdir dan Nasib (harusnya) Jatuh Cinta




Kemarin saya baca sebuah kutipan “nikah itu nasib, cinta itu takdir” kurang pasti ini quote siapa yang punya, Pramoedya Atoer atau Sudjiwo Tedjo.

Nasib bisa diartikan dengan hasil dari upaya juang kita. Sedangkan takdir lebih banyak menimbulkan Tanya yang sering tak terjawab, kenapa dan bagaimana ini dan itu bisa terjadi.
Menikah itu bentuk dari dua perbedaan dan persamaan. Sama seperti kali-kali yang bisa dikalkulasikan dan dapat hasilnya, pun begitu menikah. Dengan sesiapa kita menikah bisa kita rencanakan, atur dan laksanakan. Bahagia tidak bahagia. Suka tidak suka. Bersama yang disayang atau yang ditentang. itu pilihan dan pilihan itu nasib.

Sedang cinta seperti makhluk astral kehidupannya tak terpotret namun ia ada di sekitar. Datang dan pergi menyusup sukma sesuka hati, tak bisa dipaksa tak tahu diri. Tapi harus disyukuri dan ditafakkuri mungkin bisa dengan bentuk rasionalisasi, karna itu bisa jadi jawaban dari takdir yang sering tak terjawab.

Lalu kemana jodoh? Kepada nasib (menikah)  atau menuju takdir (cinta) ? Hmm.. Ya sudah lahh kita tidak harus riweuh dan ribeut juga kan??
Barangkali sebenar-benar jodoh adalah ketika takdir dan nasib berjalan bergandeng tangan..

2 komentar:

  1. ya sangat bagus tulisan adek walaupun hanya masih seperti ini, tetaplah semangat untuk berkarya walaupun adek menganggapnya jelek...sukses ya kedepannya.

    BalasHapus

PERNAH

Apa yang bisa dilakukan oleh si hari Minggu selain tertawa di bawah langit yang teduh ia bersumpah akan banyak hati bersimpuh memuji dan men...