![]() |
| Source : weheartit |
Pensil kayuku belum lelah mengobrak-abrik aksara.
Tanpa batas tabah ia terus bergumul pada a sampai z.
Arangnya mulai tak konsisten pada abu-abu.
Tapi ia tetap bisa melangkah dengan takdirnya.
Kadang ia jatuh, tak jarang ia tumpul.
Bila sudah begitu ujung matanya menjadi dua arah.
Dan tetap ia pada takdirnya bergumul bersama abjad.
Sesekali ia terlihat kusut karena bujel dan semakin kikis.
Tapi ia masih terus berusaha cantik dengan motif bunga di awal kerucutnya.
Padanya aku bertanya, “Sejauh ini perjalananamu, siapakah yang kau rindukan?”
Ia menjawab dengan coret buram pada kata yang salah, “Aku merindukan penghapus karet..”
Aku memeluknya dan bla, bla, bla, bla
Padaku ia berkata.. “Terimakasih Peraut”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar