Selasa, 30 April 2013

Cerita Tentang Baik



"aku seneeeeeng banget ngeliat perempuan istiqomah pakai jilbab tebal, panjang dan lebar, tapiii mau kayak gitu kok berat banget rasanya.."

Assalamualaikum..
Pernah merasakan jatuh suka atau jatuh kagum pada seseorang? Semua kita dipastikan pernah merasakan? So itu manusiawi.. dan biasanya objek kekaguman kita adalah sesuatu yang baik dong yaa..
Tapi beberapa dari kita kadangkala jatuh karena objek yang kurang baik, yah mau diapain lagi namanya juga jatuh, apa kita pernah mau milih jatuh dimana? Sama siapa? Atau lebih parahnya apa ada dari kita yang mau jatuh???? Hahaha makin gak jelas aja nih..
Ya!! Aku jatuh suka, jatuh kagum pada mereka yang mau, bisa dan bertahan pada hijab nya yang syar’i. pada mereka yang jilbab nya panjang panjang. Pada mereka yang penampilan nya baik, syar’i dan menarik. Pada mereka yang tetap senyum ramah dengan jilbab yang tidak sedikit orang yang ngeliatnya  mencibir ( karena tetap pada syar’i nya). Aku perempuan aja ngeliatnya seneng gila. Apa lagi mereka para lelaki baik. Jangankan lelaki baik, pada intinya setiap lelaki mendamba perempuan saliha. Setiap yang saliha sudah barang tentu berhijab. Tapi bukan berarti yang tidak berhijab itu buruk dan yang setiap berhijab itu selalu baik, bukan itu maksud saya, tapi mari berfikir. :)
Yang diatas itu adalah objek kekaguman saya. sahabat-sahabat saya barangkali ada yang di sukai atau dikagumi pada sesuatu yang baik. Misal si fulanna suka banget ngeliat si Fulani yang gak pernah absen nyenin-kemis ( dalam hati fulana* kapan bisa kayak gitu* ). Atau si ukhtaya sangat senang ngeliat si ukhtina yang gak pernah lepas kaus kaki dan pakai jeans sedarurat apapun itu ( si ukhtaya membatin *apa bisa yaa* ). Bakal ada Satu permasalahan yang menurut saya anda pun sering berada di situ, andai kita yang menjadi itu??? Apa bisaaaa?? Ya Allah berat banget rasanya..
Ya!! Kita suka, nyaman dan senang berada  atau sekedar melihat mereka orang-orang baik itu. Tapi berat, sulit, atau malah malu menjadi baik seperti mereka. Ya Allah whats wrong with us?? Aku misalnya, malu berpakaian longgar, berasa obroh obroh gitu. Aku bahkan pernah bernazar kalau aku punya badan yang tinggi aku akan benar-benar menutup aurat yang benar. Hahaha benar-benar nazar yang  tidak benar. Padahal, kita setengah mati suka dan senangnya lihat perempuan berbusana longgar dengan jilbab panjang. Tapi kita malu menjadi begitu.
Sepertinya kita hanya perlu keyakinan. Harus percaya diri. Minta dukungan dari orang terdekat dan terkasih. Berubah baik dengan tetap menjadi diri sendiri bukan menjadi orang yang kita kagumi. Dan kita harus tahu, mencintai orang baik adalah langkah awal keberuntungan kita. Mengenal orang baik adalah batu lompatan kita yang bukan tidak mungkin kita menjadi baik. Berteman dengan semua orang bagus, berteman dengan orang baik harus.
Hai sahabat-sahabat saya yang pasti baik hatinya ( udah berasa kayak di forum pak Mario teguh aja ). Beruntunglah kita yang mecintai orang baik, mencintai menjadi baik, dan lebih beruntung kalau kita sudah menjadi lebih baik. Semoga kita menjadi orang baik.. Imam Syafii pernah bertawassul dengan orang-orang saleh yang masih hidup maupun sudah meninggal :

Apa yang dikatakan Imam Syafii semoga memotivasi kita untuk kebaikan. Ingat kita bukan Imam Syafii yang hebat dan salih. Jadi jangan Cuma sekedar cinta orang salih, tapi mari menjadi salih, menjadi lebih baik. ( aduh serasa khutbah jum’at yaa.. hehehe ). Well, sampai ketemu di tulisan yang semoga lebih “layak” lagi yaa amin
Wassalam
Loves, LBa



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERNAH

Apa yang bisa dilakukan oleh si hari Minggu selain tertawa di bawah langit yang teduh ia bersumpah akan banyak hati bersimpuh memuji dan men...